Pages

Minggu, 11 Januari 2015

Pemukiman Tradisional Kampung Pulo Garut

Perjalanan wisata ke Kecamatan Leles Kabupaten Garut yang dilakukan anggota tim komunitas Tempat Wisata Garut, di mana ada peninggalan bersejarah dari jaman Hindu / Budha, yakni Candi Cangkuang, dimana terdapat Pemukiman Tradisional Kampung Pulo. Tidak jauh dari Candi Cangkuang, ada sebuah kampung adat yang letaknya masih satu komplek cagar budaya dengan Candi Cangkuang. Pemukiman adat tersebut di beri nama Kampong Pulo, mungkin karena tempatnya di tengah danau (Situ Cangkuang) yang mirip dengan sebuah pulau. Kampung Pulo ini wilayahnya terletak di Desa Cangkuang Kecamatan Leles Kabupaten Garut,Jawa Barat,Indonesia.            

Kampong Pulo merupakan sebuah kampung kecil, yang terdiri dari enam buah buah rumah dan enam kepala keluarga. Ada aturan yang sudah turun-temurun harus dipatuhi hingga sekarang. Sudah menjadi ketentuan adat di daerah tersebut bahwa jumlah rumah dan kepala keluarga itu harus enam dengan susunan tiga rumah di sebelah kiri dan tiga rumah di sebelah kanan yang saling berhadapan, ditambah dengan sebuah bangunan masjid sebagai tempat beribadah. Deretan rumah dan bangunan rumah tersebut tidak boleh di tambah ataupun dikurangi, tidak tahu dengan pasti mengapa harus demikian, namun itulah yang terjadi hingga saat ini yang menjadi keyakinan masyarakat penghuni rumah tersebut.

Kondisi rumah di Kampung Pulo masih terkesan sangat sederhana yang terbuat dari bambu dan berbentuk rumah panggung. Jika pengunjung datang kesana dan melihat lingkungan sekitarnya yang akan anda temukan adalah suasana asri dengan kesederhanaan para penghuninya. Bahkan ada kepercayaan yang masih terjaga, yakni mereka tidak diperkenankan memelihara hewan peliharaan yang berkaki empat (domba, sapi, kerbau,dll).
                 
Seperti halnya Kampung Naga di Tasikmalaya, Kabupaten Garut juga memiliki kampun adat yang harus selalu dijaga dan dipelihara kelestariannya.Kampung Pulo yang merupakan kampong yang masih memegang teguh adat dan tradisi nenek moyang yang menjadi leluhur mereka. Keyakinan dan kepatuhan terhadap aturan adat menjadikam Kampung Adat sebuah kampung wisata yang menyimpan makna sangat layak dan menarik untuk ditelusuri dan dijadikan pembelajaran.

0 komentar:

Posting Komentar