Pages

Minggu, 23 Agustus 2015

Petualangan Spiritual Kawah Kamojang

Apa yang akan anda lakukan jika anda mempunyai sisi spiritual yang spesial? Sisi Spiritual yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Jiwa anda bisa merasakan keberadaan roh halus, mata anda yang bisa menerawang keberadaan dunia lain. Melihat makhluk halus adalah hal biasa bagi anda, sebuah hal yang dijauhi oleh orang pada umumnya karena memang memacu adrenalin dan terkadang menyeramkan.

Website Tempat Wisata di Garut yang biasanya membahas tentang keindahan Pantai ataupun Tempat Wisata lainnya seperti Wisata Pantai Karang Paranje Garut dan Wisata Gunung Papandayan Garut atau membahas beberapa Hotel di Garut, kali ini saya akan membahas tentang peristiwa wisata yang sedikit berbau mistis.



Cerita Petualangan Spiritual yang berawal dari para tamu dari perusahaan besar Telkomsel yang berkunjung ke daerah garut, saya dan HDG Team ditugaskan untuk mengantar dan menyiapkan acara untuk mereka. Sebagai seorang fotografer, saya ditugaskan untuk menangkap setiap moment yang bagus dari seluruh kegiatan yang akan diadakan sekitar dua malam tiga hari.
 
Mereka memutuskan menginap di Kampung Sampireun yang terletak tidak jauh dari Kawah Kamojang. Jumlah tamu yang datang diperkirakan sekitar empat puluh orang. Hanya satu orang yang sifatnya unik, beliau lebih ramah dan sering berbagi pengalaman bahkan bercanda gurau dengan tim kami. Dia bernama Pak Agus, seorang yang mempunyai jabatan cukup tinggi di perusahaan Telkomsel.








Setelah menginap satu malam di Kampung Sampireun Garut Jawa Barat, perjalanan dilanjutkan ke Kawah Kamojang. Dengan menggunakan Bus Pariwisata, kami pun bergerak menuju tempat tujuan. Perjalanan memakan waktu sekitar setengah jam dari Kampung Sampireun.

Sesampainya di tempat tujuan, kami turun dari bis dan berjalan kaki menuju tujuan utama Kawah Kamojang. Saya pun mulai mengambil foto kegiatan para tamu seperlunya. Di tengah perjalanan kami menemukan tempat yang bernama Kawah Kereta. Kawah ini mengeluarkan gas dengan suara seperti kereta api, karena gas yang terdapat di tempat ini mempunyai tekanan yang kuat. Disini kami bertemu dengan kuncen yang bernama Pak Ono. Dia lah yang bertugas sebagai penunggu kawah kereta api tersebut. Beberapa trik pun ditunjukan oleh Pak Ono, dari mulai membakar roko dengan gas alam, hingga membuat suara kawah kereta api ini lebih nyaring.







Di tempat utama yang dinamai kawah hujan, kami pun bertemu dengan kuncen berikutnya yang bernama Pak Toto. Dia menerangkan bahwa gas disini seperti air hujan, tetapi dengan suhu yang lumayan panas. Beberapa orang yang mencoba mendekati kawah hujan tidak kuat untuk berlama - lama berdiri di dekatnya, karena tidak kuat akan semburan air panasnya. Mereka merasakan seperti ditusuk jarum yang berjumlah banyak.

Setelah satu jam kami menghabiskan waktu di Kawah Hujan Kamojang, kami memutuskan untuk turun gunung untuk menuju bis. Namun ada satu orang yang tidak beranjak dari tempatnya, dia adalah Pak Agus. Dia justru berdiri mendekati kawah yang berasap. Terlihat seperti sedang bermeditasi, saya pun tidak berani mengganggunya. Padahal teman - teman yang lain sudah mulai berjalan jauh dari tempat kami berada. Tidak banyak yang saya lakukan yang hanya berdiri di belakangnya. Dengan Kamera di tangan, saya hanya terus menerus menekan tombol shutter mengabadikan moment tersebut. 

Melihat Pak Agus yang sedang bermeditasi, Pak Toto pun kemudian terlihat mulai membantunya. Dengan tangan yang bergerak seperti membuka pintu dari kejauhan, tetapi pintu yang tak terlihat. Dengan mata tertutup, kemudian Pak Agus pun mengangkat kepalanya dan membuka matanya sedikit demi sedikit.

Sambil menahan perasaan terkejut, Pak Agus pun seperti melihat sesuatu. Saya pun mulai mencari, apa yang sebenarnya dilihat Pak Agus. Tetapi tetap saja saya tidak bisa melihat apapun, selain asap yang mulai menebal dan lebih tebal dari sebelumnya. Asap yang berasal dari salah satu kawah yang terus membesar dan hampir menutupi setiap badan kami. Yang pasti, asap itu bergerak membentuk seperti lidah raksasa yang sedang menjilati tubuh kami bertiga.

Padahal selama rombongan masih berada di tempat tersebut, asap kawah hanya membumbung ke atas, tidak ke bawah. Dan yang saya ingat, sebelumnya pun asap kawah memang tidak terlalu tebal.







Setelah puas dengan apa yang dilihatnya, Pak Agus pun seperti memberikan penghormatan terakhir pada makhluk halus yang dilihatnya. Setelah selesai, dia pun mulai menceritakan kejadian yang dia alami. Dia berkata bahwa dia melihat sesosok makhluk yang berbaju putih, dengan kepala yang tertutup kain putih dan tangan yang terus bertasbih. Saya pun meresponnya dengan rasa takjub.

Kami lalu berjalan menuruni gunung untuk menyusul teman kami yang sudah jauh meninggalkan kami. Sambil berjalan, kami meneruskan pembicaraan perjalanan spiritual yang baru saja terjadi. Pak Agus mengatakan bahwa dia sudah terbiasa melakukan meditasi di tempat - tempat yang istimewa. 

Dia melakukannya bukan untuk dijadikan sesembahan, tetapi lebih memilih sebagai hobi sebagai penyuka petualangan spiritual. Hobi yang menurut saya unik, karena hanya sedikit orang yang melakukannya. 

Di Kota Garut yang katanya masih kental akan peristiwa spiritualnya, saya banyak menemukan dan mendengar tentang pencari tempat keramat untuk sesembahan. Baik itu agar laris dalam berdagang, mencari pangkat, wanita, atau kekayaan.

Sedangkan untuk petualang sprititual? saya menyebutnya, istimewa! Karena faktor keberanian dan mental kuat adalah modal utama. Orang yang penakut, tidak mempunyai kekuatan mental yang cukup dan memahami seluk beluk ilmunya, disarankan untuk tidak mencoba hobi ini. Selain cukup berbahaya, petualangan spiritual ini bahkan bisa membuat seseorang menjadi syirik bahkan musyrik

Untuk saya sendiri, saya merasa cukup dengan percaya akan keberadaan makhluk halus di sekitar kita. Tidak tertarik untuk mendalami atau mempelajari ilmunya. Toh dunia manusia dan jin berbeda dan kita mempunyai pekerjaan masing - masing. Bukan berarti saya penakut loh, hihihii...

Sebagai penutup, dimanapun kita berjalan menyusuri tempat istimewa di berbagai belahan bumi, ingatlah akan kuasa Sang Pencipta. Meyakini dan selalu berlindung kepadaNya akan menyelamatkan hidup kita, Insya Allah.

0 komentar:

Posting Komentar