Pages

Rabu, 09 Desember 2015

Ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru 2016


Saat saya mencoba Googling di penghujung tahun 2015 untuk membuat artikel baru tentang prediksi tempat Wisata Garut yang akan dipadati pengunjung di Tahun 2016, pencarian pun berhenti di kata kunci “Ucapan Selamat Tahun Baru 2016”. Dan ternyata, telah banyak website dan blog yang memuat ucapan selamat tahun baru 2016. Meskipun belum memasuki tahun 2016 sepertinya hal ini adalah persiapan dari blog – blog tersebut untuk para visitor yang ingin berkirim pesan, gambar atau berkirim ucapan selamat tahun baru.

Acara Tahun Baru yang biasanya diadakan di malam penghujung Tahun Masehi (Desember) yang dirayakan pada jam 12 malam menjelang tanggal 1 Januari umumnya menggunakan acara hiburan berupa musik yang gegap gempita dan diakhiri dengan acara pesta kembang api. Banyak orang akan berduyun – duyun ke pusat acara dan kemudian pulang menjelang pagi.

Tahukah anda darimana asal istilah tahun baru ini? 

Berawal dari penggunaan kalender masehi yang digunakan secara internasional untuk memudahkan komunikasi dan selisih waktu antar wilayah. Kalender Masehi yang mempunyai arti dalam bahasa inggris sebagai sebutan penanggalan atau penomoran tahun yang digunakan pada kalender Julian dan Gregorian, penanggalan pun dihitung sejak lahirnya Yesus. Tahun yang memakai kalender masehi ini dinamakan “AD” atau “Anno Domini” (tahun tuhan), tahun 0 dan tahun sebelum kalender ini dibuat disebut “BC” atau “Before Christ” (sebelum kelahiran kristus).

Untuk perayaan tahun baru sendiri, dalam pengucapannya "Selamat Tahun Baru" yang berasal dari budaya barat cukup menjadi kontroversial. Hal ini berseberangan dengan negara yang didominasi umat muslim, termasuk Indonesia yang mempunyai kalender sendiri yaitu kalender hijriyah / tahun islam, yang menggaris bawahi bahwa tidak ada perayaan tahun baru bagi umat muslim yang mengacu pada kalender masehi.

Tahun baru yang identik dengan perayaan natal yang berasal dari negara barat khususnya umat nasrani, dalam sejarahnya budaya timur yang pada saat ini cukup dekat dengan budaya barat karena efek globalisasi. Menjadikan budaya timur sangat mudah terkontaminasi untuk mengikuti budaya asing. Bahkan sadar atau tidak, terdapat beberapa umat muslim yang mengucapkan selamat tahun baru dibarengi dengan ucapan selamat natal kepada yang merayakan, bahkan sebagian lagi latah dengan mengikuti perayaan tersebut. 

Hal ini mungkin bagi sebagian orang hal itu lumrah sebagai bentuk toleransi dan menurut mereka itu hanya sekedar ucapan selamat kepada orang yang berbeda agama sebagai penghargaan tanpa menghilangkan keyakinan agama yang dianutnya.

Tetapi justru inilah yang menjadi kontroversi diantara umat, ulama dan cendekiawan. Menurut salah satu website Islami bahwa dalam permasalahan yang lebih kecil ruang lingkupnya, seperti perusahaan yang mewajibkan karyawan yang berasal dari umat muslim untuk memakai atribut yang berbau natal atau dengan aksesoris sinterklas dan lainnya, ada ulama yang memperbolehkan tetapi ada juga yang mengharamkan seperti fatwa MUI pada tahun 1981, Buya Hamka.

Pesan untuk umat muslim, keputusan tetap berada di tangan anda. Yakini apa yang anda yakini dengan ilmu. Tetapi jika anda ragu pada saat akan mengikuti perayaan tahun baru, maka tinggalkan saja.

2 komentar:

  1. bagi seorang muslim lebih baik jangan ikut mengucapkan selamat natal ya...karena itu sudah masuk wilayah aqidah atau keyakinan seorang muslim.

    BalasHapus